TO A NEW BEGINNING

TO A NEW BEGINNING

Translate Languange

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 27 April 2012

PENGELOLAAN KREDIT PADA BANK PERKREDITAN
RAKYAT DI KOTA BANDARLAMPUNG


Mahrinasari MS
Fakultas Ekonomi, Universitas Lampung
abstrak
Mengelola kredit adalah tugas yang sulit dalam perbankan karena mempengaruhi likuiditas
dan rentabilitas / profitabilitas kinerja. Jika likuiditas bank adalah yang terbaik
kinerja, alokasi volume kredit akan rendah. Namun, Jika rentabilitas
bank dalam performa terbaik, alokasi kredit akan meningkat. Oleh karena itu,
Masalah penelitian adalah bagaimana manajemen bank dalam
Bank Perkreditan Rakyat Kota
Bandarlampung
mengelola volume kredit, dan bagaimana alokasi kredit
mempengaruhi likuiditas dan rentabilitas bank, atau sebaliknya. Desain penelitian
digunakan adalah desain eksplorasi dan kausal, dan menggunakan analisis regresi dan
menafsirkan rasio likuiditas dan rentabilitas data dibandingkan kepada Bank Indonesia
sebagai standar kinerja bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kredit
BPR Kota Bandarlampung
diukur dengan NPL melakukan dalam kondisi sehat
karena bank menerapkan kebijakan manajemen perbankan yang prudent dalam mengalokasikan kredit
volume untuk pelanggannya, dan alokasi volume kredit ditentukan oleh
rasio likuiditas dan rentabilitas untuk mencapai kinerja terbaik bank.
Temuan penting lainnya dari penelitian ini adalah bahwa alokasi volume kredit adalah
dipengaruhi oleh rasio kas negatif dan RPS positif sebagai rasio likuiditas, dan juga
positif PA sebagai rasio rentabilitas.
Kata kunci
: Kredit, Likuiditas, dan Rentabilitas
PENDAHULUAN
krisis ekonomi salah satunya akibat dari rendahnya kegiatan investasidapat berkambang dari lembaga keuangan bank
ANALISIS PENGARUH CASH POSITION, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN
RETURN ON ASSETS TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO
Lisa Marlina dan Clara Danica
Departemen Staf Pengajar FE USU
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Rasio Pembayaran Dividen di
sektor manufactur Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan faktor fundamental perusahaan: keuangan
rasio yang rasio likuiditas merupakan oleh Kas Posisi (CP), rasio leverage diwakili oleh Debt Equity Ratio
(DER) sebagai variabel independen, rasio profitabilitas diwakili oleh Imbal Hasil Aktiva (ROA), dan variabel dependen
diwakili oleh Rasio Pembayaran Dividen (DPR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio fundamental yang
terdiri dari Kas Posisi, Rasio Hutang terhadap Ekuitas dan Imbal Hasil Aktiva bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap
Rasio Pembayaran Dividen. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel Kas Posisi dan Imbal Hasil Aktiva adalah variabel
keberpihakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Dividen Payout Ratio, tetapi Rasio hutang terhadap ekuitas tidak memiliki
signifikan berpengaruh terhadap Dividen Payout Ratio.
Kata kunci: Rasio Pembayaran Dividen (DPR), Posisi Kas (CP), Rasio Hutang terhadap Ekuitas (DER) dan Imbal Hasil Aktiva

1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ekonomi suatu negara dapat
diukur dengan banyak cara, salah satunya dengan
mengetahui tingkat perkembangan dunia pasar modal
dan industri-industri sekuritas pada negara tersebut.
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk
berbagai instrumen keuangan jangka panjang dalam
bentuk ekuitas dan hutang yang jatuh tempo dari
lebih satu tahun. Dalam aktivitas dipasar modal, para
investor memiliki harapan dari investasi yang
dilakukannya, yaitu yang berupa capital gain dan
dividen.
Kebijakan pembayaran dividen mempunyai
pengaruh bagi pemegang saham dan perusahaan yang
membayar dividen. Para pemegang saham umumnya
menginginkan pembagian dividen yang relatif stabil
karena hal tersebut akan mengurangi ketidakpastian
akan hasil yang diharapkan dari investasi yang mereka
lakukan dan juga dapat meningkatkan kepercayaan
pemegang saham terhadap perusahaan sehingga nilai
saham juga dapat meningkat.Bagi perusahaan,pilihan
untuk membagikan laba dalam bentuk deviden akan
mengurangi sumber dana internal nya,sebaliknya jika
perusahaan menahan labanya dalam bentuk laba
ditahan maka kemampuan pembentukan dana
internalnya akan semakin besar yang dapat digunakan
untuk membiayai aktivitas perusahaan sehingga
mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap dana
eksternal dan sekaligus akan memperkecil resiko perusahaan.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang
diuraikan diatas, maka penulis merumuskan masalah
sebagai berikut:
“Apakah Cash Position (CP), Debt to Equity Ratio
(DER) dan Return on Assets (ROA) mempunyai
pengaruh secara signifikan terhadap Dividend Payout
Ratio (DPR) pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI)?”
1.2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
”Mengetahui pengaruh Cash Position (CP), Debt to
Equity Ratio (DER) dan Return on Assets (ROA)
secara signifikan terhadap Dividend Payout Ratio
pada sektor manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI)
METODE PENELITIAN
1.Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini
adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar
(listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode
Januari 2004 sampai dengan Desember 2007, yaitu
sebanyak 142 perusahaan. Penarikan sampel yang
dilakukan oleh penulis adalah dengan menggunakan
desain sampel non probabilitas dengan metode
“judgment sampling”. Judgment Sampling adalah
salah satu jenis purposive sampling dimana peneliti
memilih sampel berdasarkan penilaian terhadap
beberapa karakteristik anggota populasi yang
disesuaikan dengan maksud penelitian (Kuncoro,2003: 119).